Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

GAGAL, 9 STARTUP INDONESIA Ini Layu Sebelum Berkembang



Startup sejatinya ditunjukkan untuk perusahaan atau bisnis yang baru dirintis. Namun istilah startup seringkali melekat pada perusahaan-perusahaan yang berbasis di bidang internet.

Belakangan ini kita sering disuguhkan pada berita-berita kesuksesan startup macam Gojek, Hijup.com, dan berbagai startup yang berhasil meraih kesuksesan di usia bisnis yang masih sangat muda. Hal ini pastilah menuai kekaguman. Tapi tahukah kita kalau setiap tahunnya banyak startup yang gagal. Berita kegagalan startup-startup ini bahkan kebanyakan tidak terendus media. Berikut ini 9 Startup Indonesia yang gagal, layu sebelum sempat berkembang.

1. bukuQ.com

Tahun 2009 Indonesia memiliki startup bernama bukuQ.com yang diluncurkan oleh Fajar Endra Nusa. Website bukuQ.com memiliki ide seperti Goodreads.com yang berisi tentang review buku dan tempat berbagi mengenai buku-buku favorit. Tidak main-main, startup ini sempat menjuarai Indosat Wireless Innovation Contest pada tahun 2009. Namun sayangnya website ini harus ditutup lantaran adanya masalah internal.


2. Kleora

Tahun 2015 kemarin, Kleora resmi dihentikan karena pendiri startup ini mengaku menjual merek khusus perempuan telah membatasi pasar bisnis mereka yang memang fokus pada pasar perempuan. Website pun mengalami berbagai perubahan besar-besaran terutama pada beberapa fiturnya. Saat ini mereka telah fokus pada penjualan barang-barang bekas bermerek dan menggantinya dengan nama Prelo.


3. KayaKarya.com

KayaKarya.com adalah sebuah situs khusus direktori jasa kreatif di Indonesia. Sang pendiri yaitu Jeanni Tan meluncurkan website ini pada tahun 2010 lalu dan langsung dibanjiri dengan komentar-komentar positif. Namun sayangnya situs direktori ini berhenti sejak 2011 ditandai dengan konten update terakhir di tahun tersebut.


4. Abraresto

Abraresto merepakan situs untuk pemesanan tempat (booking) restoran yang menampilkan profil restoran-restoran di Indonesia dan juga di Singapura. Kegagalan startup ini disinyalir karena faktor pendanaan.


5. Paraplou.com

Paraplou.com berada di bawah kendali dua orang mantan direksi yang bekerja di Rocket. Mengusung tema "South East Asia's Leading Branded Fashion E-Commerce Retailer" gagal menggaet pasar dan akhirnya resmi ditutup pada Oktober 2015 yang lalu. Alasan penutupan ini seperti dikemukakan pada websitenya adalah ketidakdewasaan pasar, kondisi keuangan yang tidak pasti, ngkungan pendanaan yang sulit.


Pengumuman Penutupan Paraplou.com di websitenya


6. Kassa9.com

Kassa9.com adalah website yang menawarkan pembuatan toko online gratis, seperti juale.com. Akhir Mei 2013 startup ini ditutup, dan sebagai gantinya ada Tecnoup.com yang merupakan situs pisahan dari Kassa9 yang mereview mengenai gadget.


7. Sedapur.com

Sedapur.com didirikan oleh Soegianto Widjaja pada tahun 2011. Sedapur.com merupakan sebuah situs marketplace khusus makanan yang melayani dalam bidang pemesanan makanan dan bahan makanan. Website yang pernah meraih penghargaan Nokia Entrepreneurship 2011 dalam e-business service ini resmi ditutup pada Agustus 2013 yang lalu. Sang pendiri mengaku bahwa kegagalan startup ini disebabkan karena kesalahan strategi bisnis.


8. Alikolo.com

Alikolo adalah sebuah situs yang didirikan oleh Danny Taniwan asal Medan. Situs e-commerce ini harus mengalami kematian tahun 2015 kemarin lantaran kurangnya pengalaman, serta diserahkannya saham utama pada investor yang tidak berpengalaman.


9. Valadoo

Jika dilihat sekilas maka website Valadoo ini mirip-mirip Traveloka.com karena memang website ini ditujukan untuk bisnis pariwisata. Situs ini dulunya melayani tur untuk paket libutran dan wisata di Indonesia. Namun sayangnya karena tersangkut berbagai masalah dan juga rumitnya proses merger maka perusahaan ini harus ditutup pada Mei 2014 yang lalu.



abababa

Post a Comment for "GAGAL, 9 STARTUP INDONESIA Ini Layu Sebelum Berkembang"