Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagus, Murah, Cepat, Mana Ada?!



Dalam sebuah obrolan di forum pengusaha, ada chat yang cukup menarik perhatian saya. Obrolan itu seputar apakah pengusaha mampu melayani atau memenuhi kebutuhan pelanggan atau konsumennya dalam 3 hal, yaitu bagus, murah, dan cepat.

Percaya atau tidak, ternyata tidak ada pengusaha yang mampu melakukan ketiganya dalam waktu yang bersamaan. Saya juga baru menyadari kalau ternyata apabila bisnis mau menjadi hebat, pengusaha harus fokus antara satu atau dua hal tadi, tapi tidak ketiganya, karena mustahil kalau kalau ketiganya, bisnis bisa mati di tengah jalan.

Begini contohnya, tau martabak 65A Pacenongan? Martabaknya terkenal enak, bahan yang dipakai penjualnya pun memang bahan-bahan berkualitas dan yang paling bikin ngiler tuh coklatnya atau taburan toping di atasnya banyak, penjualnya benar-benar gak pelit. Nah itu tadi kelebihannya :ENAK. Lalu untuk harga ternyata martabak ini mematok harga yang lumayan mahal yaitu rata-rata di atas 100 ribu sampai 150 ribu. Sudah mahal begitu, antriannya panjang. Bahkan pembeli sampai diberikan nomor antrian sangking ramainya pembeli di sana. Tapi tetap saja martabak ini laris manis setiap hari.

Nah, dari cerita bisnis martabak 65A Pacenongan tadi kita bisa ambil kesimpulan. Martabak ini bisa sukses dengan formula : ENAK. Walaupun ia menyingkirkan faktor : MURAH dan CEPAT.

Contoh lain misalnya maskapai penerbangan Ryanair. Ryanair adalah maskapai penerbangan yang melayani rute Eropa. Ryanair fokus pada formula sukses : MURAH. Tiketnya saja bahkan lebih dari 98% dijual online untuk menghemat biaya konter tiket di bandara. Saya juga pernah membahasnya di Gila dan Nyeleneh, Strategi Bisnis Ryanair. Ryanair tidak berfokus pada kenyamanan konsumennya, bahkan kursi pun dibuat lebih sempit, ditambah dengan pengurangan-pengurangan fasilitas lainnya seperti bagasi dan makanan. Lalu apa bisnis mereka mati? Tidak, malahan bisnis mereka tumbuh besar. Saat ini bahkan Ryanair menjadi maskapai dengan jumlah penumpang paling tinggi di Eropa.

Dua contoh di atas dapat menjadi contoh nyata, bahwa di dunia bisnis tidak ada yang namanya melayani semua faktor, BAGUS, MURAH, dan CEPAT. Tidak mungkin sebagai pengusaha mampu untuk melayani semua pasar. Maksimal sebuah bisnis memenuhi 2 kriteria tadi. Karena kalau coba-coba memenuhi ketiga kriteria tersebut, mencoba melayani semua pasar, maka jangan heran bisnis akan mati di tengah jalan.

Bayangkan saja, ada bisnis yang menjual produknya kualitas bagus, harganya murah, pelayanannya cepat. It's impossible. Perusahaan itu bisa merugi dan akhirnya gulung tikar. Kalau kualitas bagus, otomatis harga akan lebih mahal. Atau kalau mau melayani pasar yang suka harga murah, maka kualitas produk otomatis lebih rendah.

Maka saya pun berpikir, iya ya. Kadang kita suka muluk-muluk, apalagi kalau baru mulai bisnis. Maunya menjual barang bagus, harga murah, pelayanan oke. Sangat idealis sekali. Berpikir kalau itu akan membuat pesaing-pesaing kita kalah. Tapi yang terjadi malah bisnis kita tidak kemana-mana.

Semoga menginspirasi.


abababa

Post a Comment for "Bagus, Murah, Cepat, Mana Ada?!"