Sekali-Sekali Belilah dari Mereka
Baru-baru ini netizen ramai membicarakan tentang penjual bunga dari Filipina. Penjual bunga ini adalah seorang pria tua cacat yang berjualan bunga Sampaguita di tengah derasnya hujan. Pria tua tadi menawarkan bunganya pada mobil-mobil yang melintas, namun tak ada satu pun mobil yang mau membuka kaca pintu mobilnya membeli bunga dari pria tua ini. Hingga netizen yang mengambil foto ini membeli semua bunga yang dijual kakek ini. Sungguh terharu melihat kakek ini amat bersyukur dan berterima kasih karena ada yang mau membeli darinya.
Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat membaca tentang seorang kakek yang berjualan amplop di depan Masjid Salman ITB. Tentu agak aneh karena kakek ini masih berjualan amplop di zaman yang sudah canggih seperti ini. Kakek ini menunggui dagangannya yang tidak laku-laku. Sang penulis (saya lupa blog apa) setelah pulang dari salat Jumat akhirnya memutuskan membeli amplop dari kakek itu. Betapa kagetnya sang penulis tadi karena kakek ini ternyata mengambil untung yang sangat kecil dari penjualan amplopnya. Ia bahkan menunjukkan bukti nota pembelian, berapa ia membeli dan berapa ia menjual. Selisih untung yang sangat kecil untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang membuat sang penulis tadi begitu terharu pada apa yang dilakukan kakek ini.
Ada juga cerita lain yang saya dapat dari facebook, yaitu seorang kakek yang menderita mata rabun namun tetap semangat berjualan jeruk. Kakek ini menolak mengemis dan memilih mencari nafkah dengan berjualan jeruk walaupun dalam kondisi yang tidak memungkinkan. Bayangkan saja, untuk membungkus jeruk-jeruk tadi, kakek ini meraba-raba karena kemampuan melihatnya yang sudah terbatas. Sang penulis cerita tempat saya mendapatkan cerita ini pun tidak kuasa menahan air mata harunya atas perjuangan kakek ini. Kakek ini berjualan di pelataran ruko di sekitar Pasar Besar Malang, Jawa Timur.
Masih banyak pedagang-pedagang lain yang meskipun dalam kondisi tua atau bahkan anggota tubuh yang tidak sempurna, lebih memilih berjualan dengan cara yang halal dibandingkan dengan mengemis. Sobat juga pasti pernah menjumpainya dalam keseharian, kan? Kadang kita terharu dan iba melihat perjuangan para penjual ini. Jika ingin membantu, jangan dengan memberikan uang. Namun belilah sesuatu dari mereka. Sobat pasti sudah sering belanja di tempat yang bagus, barang-barang bermerek, tapi sekali-sekali belilah dari mereka, belilah apa yang mereka jual. Walaupun itu bukan barang yang benar-benar sobat butuhkan. Alangkah bagusnya lagi jika sobat bisa memborong barang dagangannya :) supaya kakek penjual tadi bisa pulang ke rumahnya lebih awal.
Di India, ada seorang aktor yang bernama Varun Pruthi. Varun memiliki semacam program yang disebut Bringing Humanity Back (bringinghumanityback.com). Nah, ia sering melakukan semacam riset sosial, salah satunya adalah membeli dari penjual-penjual di pinggir jalan. Pertama kali nonton videonya tidak sengaja di Youtube. Reaksi para penjual yang barang dagangannya dibeli dan diborong Varun tadi benar-benar membuat terharu. Mereka begitu berterima kasih dan sebagian menangis bahagia. Saya yang menontonnya saja bahagia sekali rasanya melihatnya, apalagi yang membantu, pasti bahagianya berkali-kali lipat. Kadang suka mikir, kita yang sudah berkecukupan gini kok masih banyak ngeluh sama hal-hal kecil, sementara mereka begitu bersyukur dengan hal-hal yang mungkin menurut kita sepele.
Semoga menginspirasi.
Post a Comment for "Sekali-Sekali Belilah dari Mereka"