Cerita Motivasi Eric Thomas, How Bad You Want It?
Beberapa waktu yang lalu, saya menonton sebuah video motivasi di Youtube. Pembicaranya adalah Eric Thomas. Eric Thomas adalah seorang motivator dan penulis dari Amerika Serikat. Dalam video itu, Eric berbicara sepertinya di hadapan murid-murid sekolah untuk memberikan motivasi, ia membagikan sebuah rahasia untuk mencapai kesuksesan, mencapai apa pun yang diinginkan dalam hidup, baik itu dalam pendidikan, keuangan, maupun hubungan dengan orang lain (relationship).
Eric berkata apa rahasia untuk mencapai kesuksesan, apa rahasia mencapai apa pun yang kita inginkan? Ternyata itu kembali lagi pada diri kita. Seberapa kuat kau menginginkannya. Seberapa besar keinginan itu. Kalau kata Eric Thomas, How Bad You Want It? Dalam salah satu sesi video itu, Eric menuturkan sebuah cerita motivasi. Begini ceritanya.
Ada seorang anak muda yang ingin sekali menjadi kaya raya. Kemudian ia menemui gurunya atau sebut saja mentornya. Kemudian anak muda ini berkata bahwa ia ingin menjadi kaya seperti mentornya tersebut, ingin mencapai tingkat kesuksesan seperti gurunya tersebut. Kemudian sang guru berkata, "Jika kamu ingin sesekses aku, sekaya aku, mencapai tingkat yang sama denganku, maka temuilah aku di pantai besok pagi pukul 4 subuh". Tentu saja sang anak muda tadi bingung, ia pun berkata, "aku ingin kaya, bukannya ingin belajar berenang". Lalu sang guru hanya bilang kalau kau ingin benar-benar kaya, temui aku besok pagi di pantai pukul 4 subuh, Titik!
Maka keesokan harinya, anak muda tadi sudah berada di pantai pukul 4 pagi seperti permintaan sang guru. Lalu sang guru tadi kembali bertanya, "Benar kamu ingin sukses?". Kemudian anak muda tadi menjawab dengan mantap, "Tentu aku ingin sukses". Kemudian sang guru membawanya masuk ke air. Saat air sudah mencapai batas pinggang, sang guru kembali bertanya, "Apakah kamu benar-benar ingin sukses?", kemudian tetap dijawab yang sama oleh anak muda tadi kalau ia benar-benar ingin sukses. Tapi dalam hati pemuda tadi bingung, aku kan ingin sukses, ingi kaya kenapa malah dibawa ke dalam air. Hey, aku bukannya ingin belajar berenang atau menjadi lifeguard. Namun ia tetap menuruti kata-kata gurunya tadi. Sang guru pun terus membawa anak muda tadi jauh ke tengah pantai sampai air mencapai batas leher. Anak muda tadi pun berkata dalam hatinya, "wah, gila nih, mau jadi kaya kok malah di suruh begini".
Sang guru terus membawa anak muda tadi sampai air mencapai batas hidungnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menyudahi saja ide yang dianggapnya konyol tersebut. Kemudian sang guru berkata, "Kau bilang tadi mau menjadi kaya dan sukses?" kemudian anak muda tadi menghampiri sang guru dan berkata, "Tentu aku sangat ingin sekali sukses dan kaya". Kemudian tiba-tiba sang guru tadi menenggelamkan kepala anak muda itu ke dalam air. Mendapati dirinya tiba-tiba berada dalam air, anak muda tadi pun panik, maka ia dengan sekuat tenaga mencoba untuk ke permukaan untuk bernafas. Semakin ia mendorong kepalanya ke atas permukaan air, sang guru semakin dalam menekan kepala anak muda tadi. Anak muda tadi pun hampir kehabisan nafas. Satu-satunya yang ia lakukan hanya berusaha agar kepalanya bisa mencapai permukaan agar dapat bernafas. Akhirnya sang guru pun mengangkatnya dari dalam air. Dengan nafas tersengal-sengal, ia marah pada sang guru, "apa kau ingin membunuhku?" kira-kira begitu katanya. "Aku ingin kaya dan sukses, tapi kenapa malah menenggelamkanku ke dalam air?".
Sang guru pun bertanya, "Saat kau berada di dalam air, apa yang ingin kau lakukan?". Tentu saja ia menjawab ia ingin bernafas. Kemudian sang guru pun berkata, "Jika kau ingin sukses sebesar keinginanmu bernafas, maka kau akan sukses!". Eric Thomas pun menganalogikan seorang yang menderita penyakit ashma, saat penyakitnya itu kambuh maka satu-satunya hal yang diinginkan orang tersebut hanyalah bernafas. Kamu tidak akan peduli dengan main bola basket, tidak akan peduli dengan televisi, tidak peduli dengan telepon, satu-satunya yang kau pedulikan hanyalah bagaimana caranya agar bisa bernafas. Maka, jika kamu ingin sukses, seingin kamu bernafas, maka kamu akan berhasil.
Berikut videonya jika sobat-sobat ingin menonton lebih lengkap.
Jika kita menginginkan kesuksesan sebesar keinginan kita untuk bernafas, pasti kita akan meraih kesuksesan. Ini yang disebut dengan The Power of Kepepet yang sesungguhnya. Kalau kita ingin sukses, namun hanya memikirkan iming-iming kaya raya, terkenal, bisa pergi ke mana saja, misalnya, maka biasanya itu tidak akan menjadi motivasi kuat untuk kita bergerak maju. Kita masih bisa bilang, ah nanti aja, ah kalau sudah begini aja, ah tunggu ini dulu.. dan segudang alasan-alasan lain karena kita suka menunda-nunda. Namun kalau itu menyangkut nyawa, misalnya nih, kalau tahun depan gak kaya, maka langsung mati! Nah, saya yakin seyakin yakinnya sobat-sobat pasti berusaha mati-matian bagaimana caranya jadi kaya. Bener gak? Soalnya kalau gak, bakalan mati. Kecuali kalau yang memang mau mati, hehe.. #becanda.
So, HOW BAD YOU WANT IT?
Post a Comment for "Cerita Motivasi Eric Thomas, How Bad You Want It?"