KISS (Keep It Simple Stupid)
Pernahkah sobat mendengar istilah KISS? KISS adalah singkatan dari Keep It Simple Stupid yang populer pada tahun 1970an yang juga memiliki variasi singkatan lain, yaitu Keep It Simple Silly, Keep It Short and Simple, Keep It Simple and Straightforward, dan Keep It Small and Simple.
Suatu waktu, NASA mengirimkan astronot-astronotnya ke luar angkasa. Untuk berkomunikasi, mereka melakukannya dengan tulisan. Namun pada saat itu, ternyata pulpen tidak dapat digunakan karena tidak berfungsi pada gravitasi nol, jadi tinta pulpen itu tidak bisa mengalir. Singkat cerita peneliti yang bekerja di NASA tersebut membutuhkan waktu selama satu dekade atau 10 tahun dan menghabiskan lebih dari 12 juta dolar untuk menemukan cara bagaimana menggunakan pulpen di luar angkasa. Mereka akhirnya berhasil menciptakan dan mengembangkan pulpen yang mampu berfungsi pada gravitasi nol, berfungsi di dalam air, digunakan secara terbalik, serta dalam temperatur mulai dari di bawah titik beku hingga 300 derajat celcius. Canggih kan? Lalu bagaimana dengan pesaingnya yaitu Rusia yang juga gencar melakukan proyek luar angkasa dan mengirimkan astronot-astronotnya. Apa mereka menggunakan cara yang lebih canggih? Tidak. Mereka hanya menggunakan pensil! Simpel.
![]() |
Filosofi dan Prinsip "Keep It Simple Stupid" |
Itu tadi sebuah kisah ilustrasi betapa yang sederhana ternyata lebih baik. KISS adalah sebuah filosofi indah mengenai kesederhanaan, cara berpikir sederhana. Kita terkadang keliru menganggap yang kompleks, ruwet, serba canggih itu lebih "wow" untuk menyelesaikan masalah, sementara ada cara yang lebih mudah dan sederhana yang kadang-kadang malah justru terlewatkan.
Saya jadi ingat cerita Mas Jaya YEA. Kira-kita seperti ini ceritanya. Suatu ketika Mas J ditanyai mengenai sebuah restoran yang menjadi sepi pelanggan setelah ditinggalkan sang koki. Ceritanya awalnya restoran ini ramai dikunjungi pelanggan, salah satu sebabnya tentu karena masakannya enak. Nah, pada suatu hari sang koki minta cuti kerja karena orang tuanya sakit. Lama tidak muncul, tentu sang pemilik merekrut koki baru yang ternyata masakannya tidak selezat koki yang pertama. Pengunjung yang sudah terbiasa makan masakan koki yang pertama pun akhirnya satu persatu tidak pernah datang lagi ke restoran itu. Ujung-ujungnya restoran pun menjadi sepi pelanggan. Singkat cerita, koki yang pertama kembali lagi bekerja, namun tentu saja dengan kondisi yang berbeda karena pelanggan mereka sudah banyak yang pergi. Lalu si owner pun kebingungan bagaimana caranya agar pelanggan mereka yang lama bisa kembali lagi. Lalu kata Mas J pasang aja spanduk di depan restorannya dengan tulisan: "Koki yang lama sudah kembali lagi!" Coba tebak, ternyata cara ini sangat ampuh. Selain bisa menarik kembali pelanggan lama, orang yang lewat jalan itu juga jadi penasaran dengan spanduk itu, koki lama sudah kembali? ingat prinsip penasaran=pemasaran kan? hehe.. Simpel kan?
![]() |
Einstein aja setuju kalau semua hal seharusnya dibuat sesimpel mungkin |
Dalam dunia bisnis, terkadang perilaku yang rumit lebih dihargai daripada perilaku yang sederhana. Mungkin ini adalah warisan dari sistem pendidikan kita yang lebih menghargai murid yang hapal rumus menciptakan roket daripada murid yang beneran bisa buat roket (makanan) hehe.. Maksudnya di sini, terkadang sekolah lebih menganggap murid-murid dengan pikiran ala profesor lebih pintar. Mau bukti? Pernah nonton film 3 Idiot? Nah, film itu adalah tamparan keras dunia pendidikan betapa kadang-kadang perilaku yang sederhana namun efektif terkadang justru terabaikan.
Mulai sekarang sepertinya filosofi ini benar-benar harus diterapkan khususnya dalam dunia bisnis. Jika bertemu dengan kendala atau pun masalah maka pikirkanlah cara tersimpel, cara paling sederhana. Banyak hal-hal yang sebenarnya mudah, namun dibuat sulit, mengutip kata-kata bijak Opa Warren Buffet : " Sepertinya ada beberapa karakteristik manusia aneh yang suka membuat hal-hal mudah menjadi sulit"!
So, Keep It Simple Stupid!
Post a Comment for "KISS (Keep It Simple Stupid)"