BISNIS KREATIF ala JOGER
![]() |
Mr. Joger |
Siapa yang tidak kenal Joger. Joger adalah brand yang amat terkenal dari Bali yang menjual kaos unik dan oleh-oleh khas. Jika Jogja punya Dagadu, maka Bali punya Joger. Sang pemilik, Joseph Theodorus Wuliandi memulai bisnisnya sejak awal 80an. Sedikit cerita ya, nama Joger diambil dari nama Joseph dan Gerhard Seeger, yaitu sahabat Pak Joseph saat kuliah di Jerman. Mr. Gerhard ini menghadiahkan uang saat pernikahan Pak Joseph. Nah, oleh Pak Joseph uang tersebut dijadikan modal usaha. Nah, digabungkanlah nama Joseph dan Gerhard ini menjadi satu sehingga menjadi Joger. Kira-kira seperti itulah awal mula lahirnya nama Joger.
Bisnis Joger yang awal mulanya hanyalah sebuah toko kecil ini, lambat laun mulai dikenal luas berkat keunikannya. Semua orang tahu betapa uniknya kata-kata yang tertulis di kaos Joger. Jika ke Bali rasanya tidak lengkap jika belum membeli oleh-oleh berupa kaos Joger dengan kata-kata unik dan kreatifnya tersebut. Maka tak heran, bila liburan tiba, toko Joger yang terletak di Jalan Raya Kuta ini ramai oleh pembeli. Sampai-sampai memacetkan lalu lintas di sekitarnya.
![]() |
Suasana tempat parkir toko Joger |
Kesuksesan Joger dengan brandnya yang amat terkenal jelas adalah sebuah proses kerja keras dan ketekunan selama bertahun-tahun. Namun bukan hanya itu saja, Joger memasukkan unsur kreatif dalam bisnisnya yang membuatnya bukan hanya sukses namun juga unik dan berbeda yang membuat mereknya melekat di hati konsumennya. Orang lain boleh meniru, tapi saya yakin tidak akan mampu menyaingi kesuksesan Joger. Orang lain boleh jualan kaos dengan kualitas sama, tapi tidak akan sama suksesnya. Lalu apa rahasianya dari bisnis kreatif Joger ini? Nah, berikut 3 rahasia sukses berbisnis kreatif ala Joger :
1. Kata-Kata Unik dan Kreatif
Tak salah jika Joger disebut pabrik kata-kata, lihatlah semua jualannya adalah kata-kata unik dan kreatif yang melekat entah itu di kaos, sandal, mug, serta bermacam souvnir yang ditawarkan di tokonya. Tak ketinggalan juga bahkan tempat parkir toko Joger pun penuh dengan kata-kata nyeleneh dan bikin orang yang membacanya senyum-senyum sendiri.
![]() |
Kaos Joger dengan kata-kata uniknya |
![]() |
Mug bentuk unik Joger |
Bahkan tembok di toko Joger pun tak luput dari kata kreatif |
![]() |
Sandal Joger, beda tapi sepasang hehe.. |
![]() |
Parkiran motor di Joger |
2. Hanya satu dan satu-satunya
Toko Joger hanya satu, tidak punya cabang apalagi ranting hehe.. Ya hanya satu. Mungkin sobat bertanya kenapa toko yang laris manis seperti Joger tidak buka cabang ya? Padahal pasti bisa meraup keuntungan lebih maksimal lagi, mungkin itu yang ada dalam benak banyak orang. Ternyata begini ceritanya menurut website resmi Joger. Dulu Joger sempat punya 2 cabang. Laris? Tentu laris manis. Lalu keputusan yang menurut banyak orang aneh pun diambil Mr. Joger yaitu menutup kedua cabang toko Joger tersebut sehingga tersisa hanya satu toko saja. Apa alasannya? Ternyata awal mulanya adalah protes sang anak yang mendapati orang tuanya Mr. Joger dan sang istri tidak punya waktu luang untuk keluarga dan anak-anak. Tentu saja karena kesibukan mengurusi toko-tokonya tersebut. Akhirnya Mr. Joger pun menutup kedua tokonya tadi.
Walaupun profit dari kedua toko yang didapat dari kedua toko tadi sangat besar namun Mr.Joger rela menutupnya karena ia ingin bisnisnya bukan profit oriented tapi happiness oriented. Dan falsafah happiness oriented inilah yang hingga sekarang dipegang oleh Joger. Mungkin karena happiness oriented ini pulalah ide-ide unik lebih bisa mengalir lancar, dibandingkan jika bisnis hanya mengejar keuntungan atau profit oriented semata. Nah, jadilah sekarang toko Joger hanya satu dan satu-satunya. Ini membuat bisnis lebih terpusat dan terfokus. Maka tak heran toko pun menjadi semakin ramai dan pembeli membludak hingga ke jalanan karena kalau mau membeli barang-barang Joger tempatnya hanya satu. Mungkin ini juga bisa menjadi strategi bisnis ya.
![]() |
Suasana toko Joger yang ramai pembeli |
3. Strategi pemasaran paradoksal
Jika para pengusaha pada umumnya mengunggulkan produknya di hadapan konsumen, lain yang dilakukan Joger. Joger justru malah menjelek-jelekkan produknya sendiri. Istilahnya paradoksal. Strategi pemasaran seperti ini biasanya justru malah menuai sukses. Dengan menjelek-jelekkan produknya, Joger justru kebanjiran pembeli. Lihat saja kutipan "Joger Jelek, Bali Bagus" yang bertebaran bukan hanya di kaos-kaosnya, namun hingga website resminya pun domainnya www.jogerjelek.com. Benar-benar anti mainstream kan? Tak hanya sampai di situ. Bila penjual inginnya pembeli membeli dalam jumlah banyak, Joger justru bilang jangan beli banyak. Aneh kan? Tidak percaya? Nih, langsung cek TKP di toko Joger sendiri.
![]() |
Strategi "Joger Jelek, Bali Bagus" yang efektif |
![]() |
Yang dilarang justru diminati |
Startegi pemasaran paradoksal ternyata efektif untuk memasarkan produk. Joger yang menjelek-jelekkan produknya sendiri justru produknya diburu konsumen. Joger yang melarang pembelinya untuk beli dalam jumlah banyak malah membuat orang rela memborong banyak. Sebenarnya ini adalah trik pancingan. Sobat ingat saat kecil, saat diberi tahu misalnya jangan main air, sobat malah main air, jangan jajan sembarangan, sobat justru jajan sembarangan. Kata-kata "jangan" justru menimbulkan reaksi semacam menantang di alam bawah sadar kita. Kembali lagi ke sifat dasar manusia yang cenderung menetang dan reaktif terhadap sesuatu. Beda dengan "ayo beli, barangnya bagus", tentu alam sadar kita akan bilang "ah, masa sih? Kayaknya di sana lebih bagus" . Benar tidak?
Nah, itulah 3 rahasia sukses bisnis kreatif ala Joger. Sepertinya memang kalau ingin sukses di masa saat ini butuh sesuatu yang kreatif. Intinya jangan biasa-biasa saja! Sobat tertarik menerapkan rahasia sukses Joger?
Semoga bermanfaat.
Post a Comment for "BISNIS KREATIF ala JOGER"