ENTREPRENEUR KILLER
Ada pembunuh berdarah dingin yang mengendap-endap mengikuti setiap entrepreneur atau pengusaha. Sebagian besar para pengusaha ini tidak menyadari keberadaannya. Sampai ia menyergap dan membunuh dengan sadis.
Kalimat di atas bukanlah sebuah sinopsis dari film mystery crime. Mungkin sobat berfikir bahwa metafora yang saya sajikan terkesan berlebihan, tapi entrepreneur killer atau pembunuh pengusaha itu benar-benar ada. Mungkin ada sebagian sobat yang pernah membaca quote Bill Gates berikut : "Sukses adalah guru yang jelek. Ia menggoda orang yang pandai berpikir bahwa mereka tidak bisa kalah".
Ya, pembunuh itu bernama "SUKSES". Ya, kesuksesan. Uniknya, ia tidak menyerang pengusaha pemula, namun justru menggoda pengusaha-pengusaha yang telah sukses, berpikir bahwa mereka bisa melakukan segalanya, berpikir bahwa mereka tidak akan pernah kalah. Bukan asal action bisnis, ikut-ikutan, atau sikap malas, bukan! Itu hanya kesalahan-kesalahn "kecil" pengusaha. Mungkin banyak sobat yang terhenyak dan bertanya-tanya kenapa begitu? Padahal dalam dunia bisnis, segala upaya, kerja keras, dan sebagainya dikerahkan untuk bisa menggapai yang disebut SUKSES? Tapi kenapa ia disebut pembunuh?
Tulisan ini terinspirasi dari berbagai hal yang mengejutkan saya beberapa hari terakhir. Sobat pasti tahu Donald Trump, kan? Semua orang mengenalnya. Sosok entrepreneur sukses nan kaya raya yang berhasil membalikkan keadaan yang dulunya sempat bangkrut namun kemudian berhasil meraih kesuksesan dan mendudukkannya sebagai salah satu orang terkaya di Amerika Serikat. Saya tidak akan membahas mengenai kisah suksesnya di sini karena di website atau blog lain pasti sudah banyak sekali yang membahasnya.
Beberapa hari yang lalu saya membaca kabar yang menyebutkan bahwa pencetus ide acara "The Apprentice" tersebut kembali berbuat ulah. Trump yang dicalonkan sebagai kandidat presiden Amerika Serikat dari partai republik ini mengeluarkan pernyataan kontroverisal. Trump menyebutkan pelarangan umat muslim masuk Amerika. Besar mulut dan arogannya membuat ia terancam bukan saja dikeluarkan dari calon kandidat presiden Amerika namun juga mengancam bisnisnya sendiri. Ironisnya menurut beberapa sumber justru kesuksesannya banyak disokong oleh orang-orang Timur Tengah yang tidak lain adalah muslim.
Kesuksesan memang baik. Sangat baik malah. Saya juga, kita semua pasti ingin mencapainya. Namun kesuksesan menjadi buruk ketika itu justru mengantarkan orang yang sukses tadi menjadi arogan, besar kepala, angkuh, yang akhirnya lambat laun akan menenggelamkannya sendiri. Tidak seperti kegagalan yang dialami pengusaha pemula, kejatuhan bisnis yang terjadi saat seseorang sudah ada di puncak kejayaan bisnisnya tentu lebih menyakitkan. Kesuksesan banyak membuat orang menjadi lupa diri dan tersandung.
Purdi E. Chandra adalah salah satu pengusaha yang merasakan dampak dahsyat dari entrepreneur killer ini. Jujur saja Pak Purdi ini adalah salah satu pengusaha yang kata-katanya banyak menginspirasi saya di awal-awal saya mengenal dunia bisnis dulu. Saya suka sekali kalau beliau sudah mulai "ngomporin" untuk berani action saat memulai bisnis baru. Beliau memang dikenal telah sukses dengan lembaga bimbingan belajar Primagama yang sukses berkembang dan membuka cabangnya di seluruh Indonesia. Namun ada yang mengganjal di hati saya dulu. Pak Purdi ini menganjurkan untuk berhutang. Ia bahkan dengan percaya diri berkata bahwa hutang itu mulia. Jujur saja ini agak bertentangan dengan hati saya. Beliau bahkan menceritakan bagaimana ia berani berhutang milyaran di bank untuk membeli properti yang nantinya akan digunakan untuk tempat usaha. Istilahnya berhutang untuk perkembangan bisnis. Kemudian BOOM! saya mendengar kabar kalau beliau dipailitkan karena kasus pajak oleh sebuah bank syariah ternama di Indonesia.
Kesuksesan yang tidak diiringi dengan sikap bijak juga akan membuat orang yang telah sukses menjadi lengah dan enggan untuk belajar. Ia menganggap dirinya telah sukses, lalu apa gunanya lagi belajar dan memperbaiki diri. Mungkin kita bisa banyak belajar dari kasus Nokia. Yang beberapa tahun yang lalu merupakan raja dan pemimpin pasar telepon cellular, yang kemudian karena lengah akan kesuksesannya kemudian justru mati oleh pesaingan. Kini merek ponsel asal Finlandia ini telah diakuisisi oleh Microsoft. Mengerikan ya? Bagaimana perusahaan ponsel sebesar Nokia bisa bangkrut karena terlena akan posisinya sebagai market leader dulu dalam pasar ponsel.
Lalu bagaimana menghindar dari entrepreneur killer ini? Barangkali salah satunya dengan rendah hati. Ini juga merupakan nasihat untuk diri saya sendiri. Bila berada di atas jangan pernah sombong. Ini juga yang pernah saya dengar dari om Bob Sadino. Om Bob tidak pernah merasa bahwa ia telah mencapai kesuksesan. Ia bahkan tidak tahu apa sih arti kesuksesan itu. Terdengar konyol untuk orang yang sudah diklaim banyak orang sebagai orang yang berhasil. Beliau sendiri tidak pernah merasa berhasil.
Selain rendah hati, tetap mau belajar juga dapat dijadikan cara untuk menghindari jebakan pembunuh entrepreneur ini. Seperti kata Steve Jobs : "Stay Hungry, Stay Foolish".
Semoga bermanfaat.
Post a Comment for "ENTREPRENEUR KILLER"