Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman Bergabung di IIBF Lampung

Kalau sobat seorang pengusaha atau ada niat mau jadi pengusaha, kayaknya kurang komplit rasanya kalau nggak bergabung di komunitas pengusaha gitu ya. Selain jadi wadah untuk berbagi semangat karena kesamaan visi da misi tentunya, juga sebagai ajang silaturahim ya.

Nah, di Indonesia, di Lampung khususnya ada 2 komunitas pengusaha. Ada Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan ada juga IIBF (Indonesian Islamic Business Forum). Nah, pada postingan kali ini Siti mau berbagi pengalaman waktu dulu awal-awal gabung dengan IIBF salah satu komunitas bisnis terbesar dan terkece di Indonesia ini hehee...

Jadi begini ceritanyaa...

Pada suatu hari ada sebuah pengumuman di grup WhatsApp TDA Lampung (kebetulan bergabung dengan TDA lebih dulu 2015 lalu). Pengumuman tentang seminar bisnis IIBF gitu. Nah, sebenarnya waktu tu cuma tahu IIBF itu komunitas bisnis sama seperti TDA. Itu aja pengetahuan tentang IIBF hehe..

Nah, akhirnya ikutlah seminarnya yang waktu itu diadakan sekitar awal Mei 2015 di Aula Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jadi ceritanya ini ikutan karena iseng-iseng aja awalnya :)


Nah, di seminar itulah dijelaskan lebih lanjut tentang apa itu IIBF dan visinya mengenai Beli Indonesia Bela Indonesia yang digagas oleh Pak Heppy Trenggono yang menurut saya itu keren bangeeett. Gimana gak keren coba. Kita tahu sendiri kan kalau banyak sekali barang kebutuhan kita itu yang hasil impor alias produk luar, gak usah jauh-jauh deh produk mandi macam dari *nilever saja kan sudah merek luar. Coba bayangkan kalau Indonesia produksi sendiri, dengan karyawan orang Indonesia sendiri dan yang pakai juga kita sendiri. Wah.. bisa maju luar biasa negara ini.

Tapi itu tadi sayangnya masih banyak banget yang semuanya produk luar. Yang artinya uang kita larinya ke luar. Bukannya memajukan bangsa ini, eh.. malah masuk juga deh pekerja-pekerja asing ssttt... Ini kan aneh!

Nah, untuk itulah berdiri IIBF. Komunitas ini punya visi "Mencetak sejuta pengusaha yang kuat pada tahun 2020". Sedangkan misinya adalah "Membangun kejayaan bangsa dengn menciptakan para pengusaha yang berbisnis sebagaimana pebisnis kelas dunia dan berperilaku sebagaimana muslim yang bertakwa".

IIBF mendukung gerakan Beli Indonesia Bela Indonesia untuk membangun kejayaan ekonomi bangsa. Berikut ini video Pak Heppy Trenggono mengenai gerakan Beli Indonesia yang mudah-mudahan menginspirasi



Nah, setelah mengikuti seminar IIBF dan mendengar penjelasan para coach dan pengusaha Lampung, jujur menjadi tertarik dan sangat semangat untuk mendukung gerakan ini. 

Di akhir sesi seminar IIBF tersebut ternyata panitia membagikan formulir bagi para peserta yang tertarik untuk bergabung di kelas bisnis IIBF. Semua yang telah megisi formulir kemudian akan diseleksi dan dihubungi bagi yang lulus seleksi tertulis untuk kemudian diseleksi lagi wawancara. 

Oh ya ternyata saat itu ditawarkan ada 3 kelas yaitu kelas INC yaitu kelas untuk new bie alias untuk orang-orang yang memang belum memiliki usaha, ada juga kelas IBC untuk yang sudah memiliki usaha dengan omzet di bawah 300 juta. Dan yang terakhir yanitu kelas Growth Up yaitu untuk pengusaha yang telah memiliki bisnis dengan omzet di atas 300 juta.

Yang unik dan istimewa dari kelas bisnis di IIBF Lampung adalah kelas bisnisnya tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Tapi bukan berarti asal gratis sehingga peserta jadi tidak komitmen yaa.. Makanya ada yang namanya Komitmen Fee alias uang komitmen. Kalau waktu itu untuk kelas INC sebesar 100 ribu, IBC 500 ribu, dan Growth Up 2,5 juta. Yang apabila peserta mengikuti kelasnya secara disiplin alias hadir terus, PR dikerjakan dan tidak terlambat datang, maka nanti di akhir uang komitmen fee tadi akan dikembalikan utuh.

Gimana menarik kan? Nah, untuk penjelasan pengalaman bergabung IIBF sampai di sini dulu nanti akan dilanjutkan di bagian 2 ya. Karena ceritanya bisa panjang sekali hehee..

"Beli Indonesia, Bela Indonesia!!!"


abababa

Post a Comment for "Pengalaman Bergabung di IIBF Lampung"